Skip to main content
Islam Center

follow us

Orang Yang Boleh Berbuka Puasa Pada Bulan Ramadhan

Islam Center - Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai orang yang boleh berbuka puasa pada bulan ramadhan, nah mungkin diantara kalian ada yang sudah tahu dan ada juga belum tahu akan hal ini. Baik untuk lebih jelasnya mari kita simak radaksi dari sumber aslinya yang terdapat didalam kitab kasyifatus sajaa karya Syaikh Nawawi al-Bantani, sebagai berikut.

(فائدة) يباح الفطر في رمضان لستة المسافر والمريد والشيخ الهرم والحامل والعطشان وللمرضعة.

Berikut Enam Orang yang Boleh Berbuka Puasa

Orang yang boleh berbuka puasa atau boleh tidak puasa pada bulan ramadhan itu ada enam, sesuai dengan penjelasan didalam sarah kitab safinnah dan redaksi kalimatnya seperti di atas, penjelasan dari keenam kategori orang ini bisa disimak sebagai berikut.

1. Musafir

Orang yang boleh berbuka puasa pada bulan ramadhan, pertama adalah musafir, yaitu orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Jarak perjalanan yang ditempuh seorang musafir dapat diperkirakan kurang lebih berjarak 30 kilo meter dan diperkirakan dapat tinggal dengan bermalam sebanyak 2 kali penginapan hingga sampai ke tujuan.

Jika perjalanan itu ditempuh dengan alat transportasi lain seperti mobil angkutan umum dan mobil pribadi. Anda pun hanya cukup duduk nyaman didalam kendaraan tanpa harus melakukan aktivitas lain, maka lebih utama berpuasa dibandingkan berbuka/ tidak puasa. Namun jika anda berbuka/ tidak puasa selama dua atau tiga hari secara berturut-turut dikarenakan sedang ada dalam perjalanan, maka anda diwajibkan untuk mengqadha puasa tersebut di hari yang lain (tidak di bulan ramadhan).

2. Orang sakit

Orang yang sedang sakit itu hukumnya boleh untuk berbuka puasa atau tidak puasa. Perlu digaris bawahi bahwa yang dimaksud sakit disini adalah sakit berat yang dapat memadaratkan kesehatan orang tersebut, artinya jika sakitnya seperti pusing, sakit gigi, kemudian panas telinga dan lainnya yang masuk kekategori sakit ringan, maka berpuasa saja tanpa harus membatalkan puasa.

Sakit berat yang berhubungan dengan sistem pencernaan yang dapat memadaratkan atau bertambah parah keadaan seperti sakit magh kronis, dan sakit berat lainnya maka lebih baik tidak berpuasa atau boleh untuk berbuka puasa jika maghnya kambuh.

Seseorang yang sedang sakit, hukumnya boleh untuk tidak berpuasa dikarenakan harus minum obat yang diberikan dokter dan puasanya bisa diqadha dikemudian hari. Bahkan ada keterangan yang menyebutkan bahwa tanpa harus mengqadha puasa namun hanya memberikan fidyah, yaitu bagi mereka yang mengalami sakit berat yang memang tidak ada harapan untuk sembuh.

3. Orang tua (kakek dan nenek)

Orang tua yang sudah kake-kake dan nenek-nenek boleh untuk berbuka puasa. Perlu diketahui bahwa kakek dan nenek disini adalah bagian mereka yang pikun dan juga lemah. Dilihat dari fisiknya memang mereka tidak kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Bahkan ada keterangan lain yang menyebutkan kalau mereka itu boleh untuk tidak berpuasa namun diganti dengan mengeluarkan fidyah kepada fakir miskin (bisa berupa uang atau makanan, lebih utama berupa makanan).

Oleh karena itu, tidak semua kakek-kakek dan nenek-nenek itu boleh untuk tidak berpuasa, tapi dilihat dulu dari aspek fisiknya apakah kuat berpuasa atau tidak. Kemudian pikun atau tidak, nah jika dari aspek tersebut tidak ditemukan dan kakek/ nenek tersebut sanggup menunaikan ibatah puasa, maka berpuasa saja.

4. Wanita hamil

Wanita yang sedang hamil baik hamil muda maupun hamil tua, merupakan bagian dari seseorang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa atau boleh untuk tidak berpuasa. Karena seseorang yang sedang hamil itu tentu memerlukan tenaga yang cukup, tapi ada juga orang yang hamil justru melaksanakan ibadah puasa.

Ingat kata boleh disini jangan dijadikan patokan bahwa perempuan yang sedang hamil itu tidak boleh berpuasa, seolah-olah hukumnya tidak boleh puasa atau harus buka puasa.

Selain itu, perempuan yang sedang hamil maupun menyusui jika ia batal atau berbuka puasa pada bulan ramadhan, maka ia harus mengqadhanya. Itupun jika si ibu khawatir pada diri sendirinya. Tapi jika khawatir pada anaknya, bukan karena dirinya, maka ia wajib qadha dan mengeluarkan fidyah.

5. Orang yang sangat dahaga dan lapar

Orang yang boleh berbuka puasa atau boleh untuk tidak puasa selanjunya yaitu seseorang yang sangat haus atau sangat lapar, maka ia boleh untuk berbuka puasa dan diganti dengan mengqadhanya diluar waktu bulan puasa.

Misalnya anda dimalam hari melakukan niat puasa untuk hari esok, namun kesiangan dan tidak melakukan sahur. Pada saat siang hari anda merasa haus dan lapar sekali, maka anda pun boleh untuk berbuka puasa dan puasa tersebut mesti diqadha tanpa harus mengeluarkan fidyah kepada orang yang memerlukan.

6. Wanita yang sedang menyusui

Wanita yang sedang menyusui juga termasuk seseorang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, penjelasan ini sama seperti apa yag sudah saya sampaikan pada bagian poin keempat, yaitu wanita yang sedang hamil. Silahkan anda baca kembali penjelasannya.

Nah, demikianlah beberapa orang yang boleh berbuka puasa pada bulan ramadhan beserta dengan hukumnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog IslamCenter.

Comment Policy: Silahkan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk komentar out of topics silahkan masuk ke Forum Diskusi
Buka Komentar